Welcome To Awas Ada Boy Jangan Lupa Difollow Ya Silahkan Menikmati Artikel Dari Blog Kami Yang Ada Disini


Senin, 08 Agustus 2011

VIDEO: Kepala Alex Bisa Diputar 180 Derajat

Peringatan, jangan meniru aksi Alexander ini jika tak ingin leher anda cedera!

 
Alexander, si Leher Elastis (youtube)
 
Elastisitas otot leher pria muda bernama Alexander ini membuat kita tercengang. Bayangkan, Alex bisa memutar kepalanya hingga 180 derajat.

Aksi Alexander sempat membuat seorang penjaga di sebuah supermarket melempar benda yang dia pegang dan menutup mulut, tanda tak percaya. Dengan bantuan kedua tangan, Alex memutar kepala hingga ke belakang badannya.

Kemampuan tubuh Alex yang berasal dari Eropa Timur ini menarik perhatian sekelompok peneliti. Alex mengaku baru tahu soal elastitas lehernya saat berlatih gym, beberapa tahun lalu. Dia pun berlatih terus hingga kepalanya bisa diputar melebihi batas ambang orang normal.

Alex juga mengaku butuh energi dari seluruh tubuhnya dan konsentrasi penuh untuk melakukan aksi tersebut. Untuk melihat aksi Alexander, klik di sini. Peringatan, jangan meniru aksi Alexander ini jika anda tak ingin cedera!

sumber:www.dunia.vivanews.com
 

:peluk: Lubang Besar Akibat Tanah yang Amblas

1. Agrico Gypsum Stack



Florida sudah lama dihantui oleh longsor tanah ambles, tapi bencana yang satu ini adalah salah satu yang paling besar. Tanah yang ambles ini berada di bawah tumpukan gypsum (sampah industri beracun) seberat 80 juta ton. Bahan berbahaya ini mengkontaminasi 90% air minum di Florida dan upaya pembersihannya menelan biaya jutaan dollar. Lubang bervolume 2 juta kaki kubik ini nantinya diberi nama "Journey to the Center of the Earth" dan dikenal sebagai salah satu objek hiburan dari produk Disney World.
2. South Florida


Karst (satu jenis lapisan batu) di satu kota di Florida Selatan mengalami penurunan dan menghasilkan lubang di tanah yang cukup besar.
3. Lubang Bumi Setan










Kedalamannya memang cukup "mengerikan" yaitu mencapai 400 kaki, inilah "lubang setan" di Texas. Mulut lubang ini berukuran 40 x 60 kaki dan terdapat bukti arkeologi bahwa tempat ini pernah dikeramatkan oleh orang asli Amerika. Penduduk setempat biasa menemukan anak-anak panah, stalaktit, dan harta karun lainnya dari lubang besar ini.
4. Macungie


Kadar air yang sedang sebenarnya membantu "menyelamatkan" tanah tempat berpijak kita, jika tidak, tentu saja kita tidak akan bisa membangun apapun di atasnya karena akan mudah tererosi. Tetapi, jika lapisan tanah ini menjadi perangkap air yang besar, resikonya adalah ambles. Jika tanah ambles secara alami mungkin bisa dimaafkan bahkan menciptakan suatu keajaiban alam yang indah, tapi kalau itu disebabkan oleh manusia itu sendiri, tentu saja sangat buruk akibatnya. Amblesnya tanah Macungie di Pennsylvania di atas membuat Florida merugi besar. Di Pennsylvania sistem pengairan bawah tanahnya sudah uzur dan fenomena tanah ambles menjadi bertambah umum.
5. Bowling Green


Rencana dibangunnya Kentucky Trimodal Transpark segera dibatalkan saat terjadi tanah ambles seluas 200 kaki di Bowling Green, Kentucky. Di daerah ini memang dikenal rawan tanah ambles dan setiap saat bisa terjadi hal seperti ini lagi. Ini membuat pembangunan di seluruh area di sini sangat beresiko.


SUMBER:www.forum.vivanews.com

Inilah Akhir Perdebatan Punahnya Dinosaurus

Dipastikan, dinosaurus masih hidup saat meteor selebar 15 kilometer menghantam Bumi.

 
Dipastikan, selain dinosaurus avian (terbang), dinosaurus darat juga masih hidup saat meteor selebar 15 kilometer menghantam Bumi. (beyondgenes.com)
 
Palaeontologis di seluruh dunia akhirnya bisa mengakhiri perdebatan sengit selama 30 tahun terakhir seputar teori yang menyebabkan punahnya dinosaurus dari muka Bumi.

Sejauh ini, ada dua teori bagaimana punahnya dinosaurus. Teori pertama, dinosaurus sudah punah secara bertahap jauh sebelum hantaman batu raksasa pada planet ini sekitar 65 juta tahun lalu. Penyebabnya adalah pemanasan global dan kenaikan permukaan air laut.

Teori kedua menyebutkan, meteor yang jatuh di Semenanjung Yucatan, di kawasan tenggara Meksiko itulah yang memicu kepunahan massal. Meteor ini menyebabkan kebakaran raksasa, melontarkan serpihan debu ke langit dan memblokir sinar matahari selama ratusan juta tahun.

Akibat hantaman meteor berukuran lebar sekitar 15 kilometer itu, muncul lubang selebar sekitar 200 kilometer. Pasir, debu dan material lain yang terlontar ke angkasa kemudian jatuh tersebar di permukaan bumi dan menghasilkan lapisan yang disebut dengan K-T boundary (lapisan yang menandai batas era Cretaceous dan  the Tertiary).

Sepotong tanduk dinosaurus bisa menjawab perdebatan seputar apakah dinosaurus darat masih ada saat asteroid itu menabrak Bumi, 65 juta tahun lalu. Tanduk berukuran 45 sentimeter, kemungkinan milik seekor triceratops itu ditemukan di kawasan Hell Creek, Montana, Amerika Serikat.

Penemunya adalah Tyler Lyson, ketua tim peneliti dari Yale University. Ia menyebutkan, spesimen yang ditemukan itu berada hanya 13 sentimeter di bawah lapisan material yang disebabkan oleh tumbukan meteor. “Ini membuatnya menjadi fosil dinosaurus termuda yang pernah ditemukan,” ucap Lyson, seperti dikutip dari ABC, 13 Juli 2011.

Lyson menyebutkan, karena tanduk itu ditemukan di batu lumpur, kemungkinan jarak antara usia fosil itu dengan tumbukan asteroid bisa berselisih hanya 1 tahun saja. “Fosil ini menunjukkan bahwa dinosaurus non avian atau dinosaurus darat setidaknya masih hidup saat meteor menabrak Bumi,” kata Lyson.

Lyson menyadari bahwa penelitiannya tidak sepenuhnya membantah proses pemunahan bertahap. Akan tetapi ia yakin bahwa temuannya membantah salah satu teori yang menyebutkan bahwa dinosaurus lebih dulu punah sebelum hujaman asteroid.

Seperti diketahui, teori seputar punahnya dinosaurus akibat diperkenalkan 30 tahun lalu. Sejak itu, muncul perdebatan seputar apakah dinosaurus darat punah sebelum tabrakan terjadi. Temuan terbaru ini sendiri dipublikasikan di jurnal Biology Letters dari Royal Society. (umi)
sumber:www.teknologi.vivanews.com

Misteri Kura-kura Selamat dari 'Kiamat'

Bukan karena cangkangnya yang keras. Tapi, fakta bahwa mereka tidak serakah.

 

Kura-kura bertahan, Dinosaurus tidak (Yale Peabody Museum)
 
Dinosaurus mungkin pernah menjadi penguasa dunia dengan badan besar, cakar tajam, dan giginya yang mengerikan. Namun, saat mereka akhirnya punah dari muka Bumi, kura-kura Boremys yang sederhana justru selamat dari serangan meteorit yang menghantam Bumi 65 juta tahun lalu.

Buktinya adalah sebuah fosil yang ditemukan oleh palaeontolog Amerika Serikat di formasi batuan di North Dakota dan Montana menjadi bukti. Fosil tersebut diperkirakan milik mahluk yang hidup di periode pasca serangan meteor: Kura-kura air.

Apa rahasianya Kura-kura bisa bertahan hidup? Menurut pada ilmuwan, itu bukan karena cangkangnya yang keras. Tapi, fakta bahwa mereka tidak serakah.

Metabolisme mereka yang lamban menjadi kunci bertahan hidup di periode pasca serangan meteor. Di mana hanya sedikit makanan yang tersisa. Mereka juga terlindungi oleh air, yang jadi satu dari dua habitat mereka.

"Kura-kura adalah hewan yang tangguh, mereka mempu bertahan di masa-masa sulit," kata Tyler Lyson dari Yale University kepada LiveScience. Selain itu, "hewan yang hidup di air terlindungi dari apapun yang bisa membunuh tanaman darat dan Dinosaurus."

Kebiasaan kura-kura juga jadi kunci penting yang menyelamatkan. Saat kondisi dingin, kura-kura akan berhibernasi. Namun, ketika sangat panas atau kering, kura-kura air akan mengubur dirinya di lumpur -- menunggu kondisi normal. Ini yang mungkin mereka lakukan saat periode kemusnahan Dinosaurus. Meteor penyebab mass extinction, fenomena musnahnya dinosaurus.

Untuk diketahui, meteorit yang memusnahkan Dinosaurus memiliki lebar antara enam sampai sembilan mil, yang menghantam Semenanjung Yukatan, di selatan Meksiko. Tubrukan itu melepaskan sekitar 100 juta megaton energi. Masa itulah yang kemudian dikenal sebagai K-T Boundary -- periode kemusnahan massal mahluk hidup.

Para ilmuwan menemukan binatang-binatang tang selamat dari 'kiamat' itu dengan cara mencarinya di antara bebatuan yang memiliki keunikan geologis.

Kala itu, hampir seluruh hewan darat tersapu bersih, musnah. Termasuk jenis penyu. Namun, Kura-kura Boremys -- khususnya famili Baenid luput. "Hewan kecil yang memiliki metabolisme lambat dan hidup di air, mereka bertahan dengan baik di K-T Boundary," tambah Lyson. "Di dalam air, sebelum dan setelah tubrukan meteor, semua berlangsung seperti biasa."

Namun, Kura-kura Boremys pun akhirnya menyerah pada alam dan waktu. Mereka akhirnya punah sekitar 40 juta tahun lalu -- setelah sempat hidup sekitar 85 juta tahun di Bumi.

Para ilmuwan menduga, hewan tersebut punah karena dimangsa predator. Salah satu alasannya, mereka tak bisa menyembunyikan kepalanya di cangkang -- kemampuan yang dimiliki Kura-kura modern. (Daily Mail, umi)

sumber:www.teknologi.vivanews.com

Sains & Teknologi Laba-Laba Berbahaya Ancam Jerman

Gigitan laba-laba ini tidak hanya menghadirkan rasa sakit, tetapi juga kelumpuhan.

 
Brazilian Wander Spider, salah satu spesies laba-laba paling berbahaya. (ap.com)
 
Salah satu spesies laba-laba yang paling agresif dan berbahaya muncul di sebuah supermarket di Bexbach, Jerman. Setelah kemunculannya di sebuah supermarket setempat, hewan ini kemungkinan sedang berkeliaran di jalan-jalan sekitar.

Dikutip dari Spiegel Online, 12 Juli 2011, kejadiannya dimulai saat seorang karyawan supermarket membuka kemasan pisang impor. Saat dibuka, ia terkejut melihat seekor laba-laba muncul dari boks dan berlari ke bawah rak.

Setelah mencari informasi di Internet terhadap makhluk tersebut, karyawan itu melaporkan bahwa ia telah berpapasan dengan Brazilian Wander Spider, salah satu laba-laba paling berbahaya di dunia.

Amy Stewart, penulis buku ‘Wicked Bugs: The Louse That Conquered Napoleon’s Army & Other Diabolical Insects menyebutkan, Brazilian Wandering Spider termasuk satu dari lima serangga terparah. Gigitan laba-laba ini tidak hanya menghadirkan rasa sakit, tetapi juga sesak nafas, kelumpuhan, bahkan kematian.

Setelah menutup supermarket dan menggelar pencarian, yang kemudian tidak berhasil, terhadap laba-laba itu, supermarket itu kemudian disemprot racun. Supermarket itu baru akan dibuka dalam beberapa hari kemudian. Menurut juru bicara kepolisian setempat, para pakar yakin bahwa laba-laba itu harusnya sudah mati.

Sayangnya, bangkai laba-laba itu tidak berhasil ditemukan dan warga Bexbach diminta untuk tetap waspada. Ada kemungkinan bahwa Brazilian Wandering Spider kemungkinan masih hidup dan berjalan-jalan di sekitar kawasan itu.

sumber:www.teknologi.vivanews.com

VIDEO: Larva Belut Misterius di Bali

Larva belut ini sangat tipis dan transparan. Diduga tak memiliki sel darah merah.

 
Belut Larva Bali (wikimedia)
 
Seekor belut transparan tertangkap kamera di lepas pantai timur Bali. Belut larva itu diambil Bali Reef Divers dan dimuat Wired.com.

Belut yang menyerupai pita itu, sangat tipis dan nyaris tak terlihat mata. Selama fase larva, belut ini tidak memiliki sel darah merah. Organ tubuh mereka kecil dan jaringan internalnya transparan, membantu mereka untuk menghindar dari para predator. Dalam bahasa latin, belut larva ini disebut dengan leptocephalus atau kepala kecil.

Pada awalnya, belut larva dianggap berasal dari telur cacing tanah. Kemudian dianggap sebagai ikan. Namun, pada akhirnya, leptocephalus dianggap sebagai larva yang tidak berbeda dengan belut.

Periode larva sendiri bisa berlangsung antara tiga hingga lebih dari satu tahun. Para ilmuan belum memastikan makanan belut larva ini. Namun, mereka menduga larva ini makan partikel-partikel kecil yang mengapung di lautan.
 Lihat videonya di sini.(umi)

sumber:www.teknologi.vivanews.com

Sains & Teknologi Singa Berselera Makan Manusia Setelah Purnama

Mayoritas serangan terjadi sekitar waktu Magrib hingga pukul 10 malam.

 

(autobeli.rs)
 
Ternyata selera makan singa Afrika terhadap daging manusia semakin besar, setelah terjadinya bulan purnama (full moon). Hal itu terungkap dari riset terbaru yang dipublikasikan di jurnal online Public Library of Science ONE.  Riset ini meneliti 500 kasus serangan singa Afrika terhadap manusia, yang terjadi di pedesaan di Tanzania antara 1988 dan 2009. Dari hasil riset, ternyata lebih dari dua per tiga korban manusia yang disergap si raja hutan, dibunuh dan dimakan.
Mayoritas serangan terjadi sekitar waktu Magrib (saat matahari terbenam) hingga pukul 10 malam, di saat bulan sudah tidak lagi menunjukkan cahaya yang terang.
Seperti dikutip dari Sidney Morning Herald, waktu paling berbahaya bagi manusia adalah ketika jam-jam aktif singa setelah matahari terbenam, terutama saat hari-hari setelah bulan purnama.
 Pola itu ditemukan ketika para peneliti mengkategorikan serangan-serangan berdasarkan fase bulan. Sepertiga serangan lebih sering terjadi selama paruh terakhir siklus hari, di mana hanya ada sedikit atau bahkan sama sekali tidak ada cahaya bulan.
"Bahaya menurun di malam-malam di mana bulan semakin terang, dengan jumlah serangan yang sangat sedikit terjadi pada malam-malam sebelum bulan purnama," tulis jurnal hasil penelitian tersebut.
Setelah bulan purnama lewat, bahaya meningkat ketika singa yang lapar beroperasi di tengah gelap, pada malam-malam sisa siklus bulan. Serangan singa juga akan meningkat selama musim hujan ketka bulan tertutup oleh awan.

sumber:www.teknologi.vivanews.com

 

Pengguna Asal RI Buka Facebook 2 Kali Sehari

Riset menyebutkan, 53,69 persen pengguna internet Indonesia buka Facebook 2 kali sehari.

 

Popularitas Facebook menyebar hingga ke daerah terpencil Indonesia (Antara/ Prasetyo Utomo)
 
Selama ini, Indonesia merupakan negara pengguna Facebook terbesar kedua setelah negara asal jejaring sosial itu sendiri, Amerika Serikat. Menurut data situs CheckFacebook, Indonesia memiliki tak kurang dari 35.174.940 pengguna Facebook. Namun, ternyata Indonesia tak cuma memiliki jumlah pengguna yang besar. Berdasarkan data yang dilansir Effective Measure, sebuah firma yang fokus pada pengukuran statistik web, pengguna Facebook Indonesia juga memiliki kecenderungan untuk membuka situs Facebooknya secara sering.
Setiap hari, sekitar 30,87 persen pengguna Facebook Indonesia mengecek Facebook mereka sekali. Sementara 15,44 persen lainnya mengaku tak menggunakan Facebook. Namun jumlah pengguna Indonesia yang mengecek Facebook mereka lebih dari sekali dalam sehari, sangat tinggi, yakni 53,69 persen.
Di antara mereka, 18,12 persen mengecek Facebook sebanyak 2-3 kali. Adapun yang mengecek Facebook 4-6 kali adalah sebanyak 6,71 persen. Tapi yang paling mengagetkan adalah mereka yang mengecek Facebook lebih dari itu.
"28,86 persen orang Indonesia mengecek Facebook lebih dari enam kali sehari. Wow!" ujar Russ Conrad, Regional Director Effective Measure untuk Asia Tenggara, pada materi presentasinya yang dipaparkan pada acara panel diskusi Effective Measure–PPPI, di Jakarta.
Lebih lanjut, Conrad menjelaskan profil pengguna internet Indonesia adalah spesialis di bidang mereka/maven (66,05 persen), tenaga penjual/ salesperson (52,84 persen), pengguna awal/ early adopter (51,87 persen), penghubung/ connector (41,72 persen), orang yang sadar kondisi kesehatan (37,26 persen), serta penggemar fesyen (32,89 persen).
Penelitian Effective Measure sendiri dilakukan dengan mengumpulkan data demografik meliputi usia, jenis kelamin, profesi, dan lain sebagainya, pada berbagai situs web di Indonesia.
Mereka juga menempatkan kode program di ratusan situs di Indonesia yang bisa melacak jumlah pengunjung unik, page views, frekuensi kunjungan, melalui platform mana serta waktu kunjung per sesi.
Dengan cara ini, Effective Measure menyediakan sistem yang diakui oleh kedua pihak, baik oleh pemilik situs, maupun para pengiklan yang biasa beriklan melalui media online. Ini merupakan cara alternatif, karena selama ini biasanya pemilik situs mengandalkan statistik dari situs pemeringkat Alexa.com dan Google Analytics.
"Dengan teknologi ini, kebutuhan akan data yang lebih komprehensif dan detail bisa disediakan. Media online adalah media komunikasi masa depan. Karenanya harus menerapkan  pengukuran data yang lebih akurat," ujar Robin Muliady, Business Development Manager Effective Measure Indonesia, kepada VIVAnews.com. (adi)

sumber:www.teknologi.vivanews.com

 

Ribuan Mobil Internet Hadir di Kecamatan

Layanan ini rencananya akan digratiskan oleh pemerintah pusat selama delapan bulan.

 
Layanan ini sendiri rencananya akan digratiskan oleh pemerintah pusat selama delapan bulan. Namun selanjutnya, diserahkan pada kabupaten/kota masing-masing dan perkembangannya akan terus diawasi. (Antara/ Prasetyo Utomo)

Untuk mengatasi kesenjangan digital yang terjadi antara pusat dan daerah, Kementerian Komunikasi dan Informatika meluncurkan program internet masuk kecamatan berupa Pusat Layanan Internet Kecamatan (PLIK).

Sebanyak 1.907 kendaraan mobile PLIK disebar di enam provinsi di Indonesia yaitu Jawa Barat, Sumatera Barat, Sumatera Utara, Maluku Utara, Sulawesi Utara dan Jawa Timur.

“Untuk mengatasi kesenjangan digital yang terjadi antara pusat dan daerah, kita telah menyediakan sarana-sarana telepon masuk desa. Kali ini adalah internet masuk kecamatan,” kata Menkominfo Tifatul Sembiring usai meresmikan peluncuran PLIK di halaman Gedung Sate Bandung, 8 Agustus 2011.

Pelayanan ini, kata Tifatul, ditujukan bagi masyarakat di daerah yang masih belum tersentuh layanan internet agar lebih mengenal perkembangan teknologi.

“Kita membangun 5.748 Pusat Layanan Internet Kecamatan, akan tetapi banyak juga kecamatan atau ibukota kecamatan atau kelurahan yang tidak kebagian,” kata Tifatul. “Kalau jauh, susah. Kalau orang mau ke kecamatan jaraknya sampai puluhan kilo, kan orang tidak mau datang. Untuk itu kita sediakan mobil pusat pelayanan internet kecamatan,” ucapnya.

Mobil ini, kata Tifatul bisa jalan dari kelurahan-kelurahan, kecamatan-kecamatan. “Jadi anak-anak di sana bisa bergiliran bisa mengenal apa itu komputer atau internet. Mobil ini dilengkapi juga dengan televisi,” ucapnya.

Layanan ini sendiri rencananya akan digratiskan oleh pemerintah pusat selama delapan bulan. Namun selanjutnya, diserahkan pada kabupaten/kota masing-masing dan perkembangannya akan terus diawasi.

“Dari pemerintah, gratis sampai delapan bulan. Setelah itu dikelola oleh kabupaten/kota, kita juga sudah bilang pada providernya, jangan membebani terlalu mahal karena ini untuk masyarakat,” kata Tifatul. “Tapi ini juga akan dikontrol,” ucapnya.

sumber:www.teknologi.vivanews.com

Minggu, 07 Agustus 2011

VIDEO: Ikan 'Kepala Buaya' di Kolam Majapahit

Ikan ditemukan di Kolam Segaran oleh seorang warga Mojokerto saat memancing.

 
Ikan Berkepala Buaya (topik pagi-antv)
 
 Seekor ikan dengan kepala mirip buaya ditemukan Suparto, warga Mojokerto, Jawa Timur. Ikan ini ditemukan pada Selasa, 19 Juli 2011 di Kolam Segaran yang merupakan peninggalan Kerajaan Majapahit.

Suparto menemukan ikan ini saat memancing. Dia mengaku terkejut karena menduga umpan yang dia lempar dimakan oleh buaya. Tapi, ternyata yang memakan adalah seekor ikan.

Suparto sebenarnya bukan orang yang pertama kali menemukan ikan jenis ini. Tahun 2009 lalu warga Sukolali, Surabaya juga menemukan ikan sejenis. Selain itu, Jawa Barat, dan di Tegal pada 2011 ini juga ditemukan ikan berkepala mirip buaya ini.

Ikan berkepala mirip buaya ini adalah jenis alligator gar atau bahasa latinnya Lepisosteusidae yang merupakan spesies asli Amerika Utara. Ikan ini merupakan predator yang sangat agresif memangsa ikan-ikan kecil lainnya.

Belum diketahui, bagaimana ikan-ikan ini bisa sampai ke sungai-sungai di Indonesia, termasuk di kolam peninggalan Majapahit ini. Lihat videonya di sini. (umi)

SUMBER:WWW.TEKNOLOGI.VIVANEWS.COM

Kasihan, Gurame Ini Kecanduan Cokelat

Ikan gurame umumnya memakan buah

 
Gary bukanlah satu-satunya hewan yang memiliki pola hidup yang aneh diserahkan ke pusat penangkaran hewan. (sky.com)
 
Staf aquarium berhasil menyapih seekor ikan gurame yang kecanduan cokelat dan membuatnya mengonsumsi makanan yang lebih sehat bagi ikan sebangsanya. Sebelumnya, gurame yang malang itu selalu diberi makan Kit Kat oleh pemiliknya.

Awalnya, staf dari Sea Life London Aquarium bingung oleh kelakuan ikan berbobot seberat 4 kilogram itu yang menolak untuk makan sampai akhirnya mereka mendapati bahwa ikan itu tidak pernah diberi makan apapun selain cokelat.

Tim pengamat kemudian memadatkan serpihan Kit Kat ke dalam anggur agar Gary, gurame berukuran panjang 40 centimeter itu mau ‘beristirahat’ dari pola makannya yang biasa.

“Saya tidak pernah mendengar ikan diberi makan cokelat, apalagi dibesarkan sepenuhnya dengan makanan itu,” kata Rebecca Carter, petugas yang ditugaskan untuk menangani Gary, seperti dikutip dari Sky News, 7 Agustus 2011.

Carter menyebutkan, gurame umumnya memakan buah. “Tetapi untungnya Gary tidak tampak mengalami penyakit akibat kecanduan cokelat,” ucapnya. “Akan tetapi, kami tidak merekomendasikan pemilik ikan untuk memberi makan makanan seperti ini,” ucapnya.

Sayangnya, Gary bukanlah satu-satunya hewan yang memiliki pola hidup yang aneh diserahkan ke pusat penangkaran hewan itu oleh pemiliknya.

Di dekat kandang Gary, tinggal Ed, seekor ikan lele yang memutuskan untuk bersikap seperti kucing. Ed hanya mau makan makanan yang disuapi dengan tangan ke mulutnya dan sambil ditepuk-tepuk kepalanya. Ed juga belajar menyerang ikan lain yang berupaya mencuri makanannya.

Staf aquarium menyebutkan, pola makan Gary dan Ed yang aneh merupakan masalah yang serius. “Banyak orang yang tidak melakukan penelitian terlebih dulu saat mereka akan memelihara ikan. Akhirnya, mereka tidak mampu merawat mereka dengan baik,” kata Carter.

”Kami senang bisa memberikan tempat bagi Gary, tetapi faktanya, kami tidak punya tempat yang cukup luas untuk menampung banyaknya permintaan pemilik hewan yang ingin menyerahkan peliharaannya,” ucap Carter. (ren)

sumber:www.teknologi.vivanews.com

Kemungkinan Ada Korban Tewas Akibat Rusuh di London


Kemungkinan Ada Korban Tewas Akibat Rusuh di London
AFP 
 
London - Kerusuhan di wilayah Tottenham, Kota London, Inggris sudah berhasil ditangani oleh kepolisian setempat. Meski begitu, dinyatakan kondisi relatif aman, namun disinyalir ada mayat-mayat di dalam gedung yang terbakar.

Seperti yang dilansir dari The Telegraph, Minggu (7/8/2011), anggota dewan perwakilan rakyat dari wilayah Tottenham, David Lammy, memperingatkan aparat untuk mencari kemungkinan adanya korban yang meninggal di bekas bangunan yang terbakar pasca kerusuhan semalam.

Setelah terjadinya kerusuhan itu, tercatat 26 petugas polisi terluka dan 42 orang warga ditangkap dengan alasan melakukan kekerasan, perampokan, dan pencurian.

"Kemungkinan ada korban yang terbakar dalam kerusuhan semalam," ujar Lammy.

Lammy juga menyebut, hancurnya beberapa fasilitas umum seperti Kantor Pos, toko-toko perbelanjaan, dilakukan oleh beberapa orang yang tidak bertanggung jawab dan sebagian besar diantaranya tidak berasal dari Tottenham.

"Apa yang terjadi di sini menimbulkan pertanyaan besar dan kita membutuhkan jawaban,
tapi jawabannya yang tidak untuk menjarah," tegasnya.

Pada Minggu dini hari tadi, sekitar 200 orang terlibat dalam huru-hara di Tottenham. Sejumlah bangunan, bus kota dan mobil dibakar massa. Para polisi dilempari molotov. Warga protes atas penembakan Mark Duggan (29) yang dilakukan polisi beberapa hari sebelumnya.

sumber:www.detiknews.com

Kisah Ilmuwan Nekat Demi 'Seks di Bulan'

Saat magang di NASA tahun, Thad Roberts melakukan aksi nekat: mencuri batu dari Bulan.

 
Batuan Bulan (NASA Johnson Space Center)

Mimpi ilmuwan muda itu setinggi langit,  jadi orang pertama menginjakkan kaki di Planet Mars. Atau setidaknya jadi astronot. Namun, reputasinya yang buruk membuat kesempatan untuk mewujudkan itu nyaris nol. Kendati demikian, Thad Roberts --nama pria itu, 'berhasil' merealisasikan imajinasi liarnya: bercinta di Bulan.

Kala itu, tahun 2002, Roberts yang baru berusia 22 tahun bekerja magang di Johnson Space Centre milik Badan Antariksa AS (NASA) di Houston, Texas. Sebuah pencapaian yang luar biasa di masa mudanya.

Seperti pria muda lain yang dimabuk cinta, ia menjanjikan Bulan pada kekasihnya, Tiffany Brooke Fowler -- kala itu 20 tahun, juga magang di NASA. Bedanya, mereka memutuskan untuk mewujudkannya.

Caranya, Roberts, kekasihnya, dan dua rekannya mencuri batuan Bulan yang dibawa pulang enam misi pesawat ulang alik Apollo dari Gedung 31. Yang gila, Roberts dan pasangannya meletakkan batu bulan itu di bawah kasur, lalu bercinta di atasnya. Tak hanya itu, mereka bahkan berencana melego batuan berharga itu di internet. Padahal, nilainya saat itu mencapai US$2.5 juta dan US$7 juta.

Aksinya itu harus dibayar mahal. Ia ditangkap biro infestigasi federal (FBI) pada tahun 2002 dan diganjar hukuman penjara selama delapan tahun, meski dibebaskan lebih awal tahun 2008 lalu.

Sex on the MoonSetelah bebas dari bui, Roberts menghubungi penulis terkemuka, Ben Mezrich. Menceritakan kisahnya yang  lantas dibukukan dengan judul 'Sex on the Moon'. Sebuah karya non fiksi meski Mezrich mengubah setting dan sejumlah deskripsi. Sejak diluncurkan ke toko-toko buku 12 Juli 2011 lalu, buku itu meledak laris dan bahkan segera difilmkan dalam waktu dekat ini.

Bukan hanya itu saja yang bisa dilakukan Thad Roberts. Seperti dimuat Life Little Mysteries, 26 Juli 2011, ia tak begitu saja menyia-nyiakan pengalamannya selama di NASA dan gelar sarjana astrofisikanya. Di balik penjara, ia merenungkan misteri terbesar alam semesta dan menyusun tesis setebal 700 halaman tentang teorinya sendiri -- quantum space theory (QST). Ia mengklaim, teori itu menyatukan teori relativitas Einstein dengan mekanika kuantum.

Roberts mengaku menyesali perbuatannya mencuri batu Bulan. "Dari pengalaman, saya bisa mengatakan ada banyak cara yang lebih tepat dan produktif untuk merasakah kemegahan alam ketimbang mencuri batu Bulan. Anda bisa merenungkannya alam semesta dan kedahsyatan waktu, atau mengintip Nebula Orion melalui teleskop, atau dengan cara sederhana, menghayati perasaan cinta. Jangan ulangi kesalahan yang pernah saya lakukan," kata Roberts kepada Life Little Mysteries.
Sementara, seperti dimuat Deseret News, Roberts mengaku sempat membenci dirinya selama dua tahun, sebelum ia akhirnya memaafkan dan tak lagi berusaha mengakhiri hidupnya. Mencicipi pengalaman dibui tak membuat nyali berpetualangnya menciut. Ia masih tertarik dengan petualangan -- dalam arti sehat tentunya. Roberts bergabung dalam Team Death Punch, kelompok yang aktif melakukan olahraga menantang. Ia juga masih punya mimpi. Menjadi dosen. "Aku sangat suka mengajar."

sumber:www.teknologi.vivanews.com

Penampakan Aneh di Dasar Laut Baltik, UFO?

Ada yang meyakini benda melingkar itu adalah piring terbang yang jatuh ke laut. Benarkah? 

 

Foto diduga piring terbang di dasar laut (www.oceanexplorer.se)
 
Pada 19 Juni 2011, sonar (sound navigation and ranging) yang  dipancarkan tim eksplorasi yang dipimpin peneliti  Swedia, Peter Lindberg menemukan penampakan aneh di  dasar laut Baltik. Ini adalah sebuah anomali yang  tak pernah disaksikan peneliti sebelumnya.

Awalnya, tim menggunakan sonar dengan maksud mencari bangkai kapal tua yang mengangkut beberapa kotak sampanye tua yang sangat langka. Sebaliknya, tim justru menemukan apa yang dikalim sebagai benda melingkar misterius yang mungkin berasal dari luar angkasa (ekstraterresterial).

Seperti dimuat Live Sciece, kepada media lokal Swedia, Linberg menjelaskan, benda tersebut ditemukan timnya pada kedalaman 300 kaki (91,44 meter) di dasar laut yang terletak antara Swedia dan Finlandia. "Lingkaran besar itu berdiameter 60 kaki (18,28 meter). Dalam profesi ini, kami seringkali menemukan benda-benda aneh, namun selama 18 tahun pengalaman kerja, saya tidak pernah melihat yang seperti ini. Bentuknya bulat sempurna," kata dia.

Menambah kemisteriusan dasar laut Teluk Bothnia, Linberg mengatakan, ia menemukan bukti kerusakan lingkungan di dekat benda itu. Diduga sebagai akibat jatuhnya benda itu.

Hingga kini, belum jelas  apa sebenarnya benda tersebut. Diprovokasi sebuah tabloid dan orang-orang yang meyakini keberadaan UFO, muncul dugaan benda tersebut adalah piring terbang mahluk luar angkasa.  Saat benda itu menghempas dasar laut, ia membuat  lingkungan sekitarnya rusak.

Meski gosip UFO menyeruak, Lindberg sendiri tidak menyarankan untuk menghubungkan temuan aneh timnya itu dengan mahluk ekstraterresterial. Ia justru condong menganggap benda tersebut sebagai Stonehenge -- bangunan purba -- jenis baru.

Namun, berdasarkan resolusi gambar yang dihasilkan dari gelombang sonar, bentuk benda tersebut tak sepenuhnya bulat, seperti klaim Linberg. Sementara, garis yang ada di dekatnya mungkin sama sekali tak terkait dengan obyek tersebut.

Linberg mengatakan timnya tidak memiliki kepentingan atau sumber daya untuk memecahkan misteri ini. Apalagi, penelitian bawah laut memerlukan dana besar dan makan waktu lama. Jika benar benda itu adalah piring terbang mahluk luar angkasa, pengungkapannya bisa menghasilkan uang jutaan bahkan miliaran dolar. Sebaliknya, jika itu ternyata hanya formasi alam, itu hanya akan membuat uang dan waktu.

Ini bukan kali pertamanya benda di dasar laut disajikan untuk menjawab sebuah misteri, sebelumnya ada 'Bimini Road' -- formasi batuan di Karibia dekat Bahama yang mirip jalan atau dinding. Pengikut gerakan New Age atau Zaman Baru dan penganut teori konspirasi menganggap itu adalah buatan manusia, bukan alamiah. Formasi itu lantas dihubung-hubungkan dengan Kota Atlantis yang hilang. Namun, penelitian geologi mengungkap, formasi itu memang berbentuk tak biasa, namun sepenuhnya alami. (umi)

sumber:www.teknologi.vivanews.com

 

Roket NASA Tiba di Jupiter Pada 2016

Jupiter merupakan planet rakus. Ia menelan sebagian besar gas dan debu di tata surya.

 

Sejauh ini, peneliti menduga, sejak awal, Jupiter merupakan planet yang rakus. Ia menelan sebagian besar gas dan debu yang ada di tata surya setelah Matahari terbentuk. (NASA)
 
 Juno, pesawat ruang angkasa NASA mulai melakukan perjalanannya menuju ke Jupiter, planet terbesar dalam tata surya kita. Jika tidak ada aral melintang, pesawat tak berawak itu akan tiba di Jupiter pada Juli, tahun 2016 mendatang.

Setiba di sana, Juno akan mempelajari planet raksasa itu dari orbitnya dalam kurun waktu 1 tahun planet Bumi. Misi ini bertujuan untuk membantu para ilmuwan untuk memahami secara lebih baik bagaimana dan kapan Jupiter lahir. Informasi ini dapat menyibak bagaimana proses pembentukan planet dan evolusi tata surya kita.

“Kami juga akan mempelajari bahan pembentuk Jupiter,” kata Scott Bolton, Principal Investigator Juno, dari Southwestern Research Institute di San Antonio, Amerika Serikat, seperti dikutip dari laman Space.com, 7 Agustus 2011. “Kami berupaya memahami struktur di dalamnya, dan bagaimana ia terbentu. Ini akan membantu kami mengetahui apa yang terjadi di masa lalu yang kemudian membuat kita semua menjadi ada,” ucapnya.

Sejauh ini, peneliti menduga, sejak awal, Jupiter merupakan planet yang rakus. Ia menelan sebagian besar gas dan debu yang ada di tata surya setelah Matahari terbentuk.

Akibatnya, Jupiter menjadi raja dari planet-planet yang ada di tata surya. Ia menguasai dua kali lipat massa dari apapun yang ada di tata surya jika digabung (kecuali Matahari). Namun demikian, tidak banyak hal yang diketahui oleh para ilmuwan seputar planet raksasa itu.

Sebagai contoh, peneliti belum bisa memastikan apakah planet itu punya inti yang padat yang terdiri dari elemen berat, ataukah ia seluruhnya terbuat dari gas. Dan yang pasti, belum jelas juga bagaimana dan di mana Jupiter terbentuk.

Misi Juno senilai USD 1,1 miliar tersebut didesain untuk menginvestigasi itu dan misteri lainnya. Setelah mengambil tempat di orbit lonjong planet itu, lima tahun dari sekarang, pesawat ruang angkasa Juno akan mempelajari atmosfir dan komposisi Jupiter, selain itu juga memetakan medan magnet dan gravitasi. Selidiki Air
Juno juga akan mengukur kandungan air pada atmosfir tebal yang berputar-putar milik Jupiter untuk mengetahui lebih lanjut seputar kelahiran planet itu. Seperti diketahui, Jupiter yang cukup basah mengindikasikan bahwa planet itu terbentuk jauh dari Matahari dan kemudian bermigrasi ke posisi sekarang ini setelah ia terbentuk.

“Kami akan menggunakan detektor gelombangmikro dan terbang persis di atas awan Jupiter dan melihat ke bawah pada ketebalan awan yang berbeda untuk mengukur jumlah air yang ada,” kata Fran Bagenal, Juno co-investigator asal University of Colorado.
“Sama halnya seperti melakukan CT scan namun terhadap awan tebal Jupiter,” ucap Bagenal. (ren)

sumber:www.teknologi.vivanews.com

 

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Affiliate Network Reviews