Welcome To Awas Ada Boy Jangan Lupa Difollow Ya Silahkan Menikmati Artikel Dari Blog Kami Yang Ada Disini

Minggu, 21 November 2010

COKLAT

Aku tertegun dalam lamunan panjang pada jam istirahat, pikiranku masih menerawang, mengingat-ingat kembali sesuatu yang pernah erjadi di awal tahun ajaran pertama, 8 bulan yang lalu. Tempat duduk yang aku duduki pun masih sama posisinya dari awal kumenginjakkan kaki di sekolah ini, bangku kedua dari meja depan, yang menepi ke tembok, sejajar dengan pintu masuk kelas, lamunanku mengarah ke bangku paling belakang, dibarisan meja sebelah barisan mejaku.
*****
Hiruk pikuk suara ramai masih terus berdengung, maklumlah jam istirahat baru dimulai, semua anak ingin melepas penat sejenak dari dua jam pelajaran fisika, sebagian anak-anak sibuk mengorol, membuat segerombolan, membicarakan tentang si ini, si anu, atau si itu, tapi ada lagi yang sibuk sekali melengkapi catatan yang ada di papan tulis, seperti patner duduk di sebelahku ini, dan mungkin sebagian lagi berhamburan di luar kelas untuk menikmati jam istirahat.          
Dengan posisi tangan yang menompang kepala, mataku melirik ke arah tempat duduk paling belakang, tepat di barisan meja sebelahku. Damar, cowok manis, imut yang aku sukai sejak aku berada di kelas ini, ternyata ia tidak beranjak kemanapun dari tempat duduknya, masih tetap asik bermain dengan pspnya, hal ini membuatku jadi semakin asik pula memperhatikannya, apalagi jika sudah melihat lesung pipi yang tiba-tiba muncul dari kedua pipinya, membuat aku meleleh, makin kencang saja degub jantungku dibuatnya.Tapi khayalan untuk lebih dekat dengannya sepertinya hanya impian belaka, pasalnya setiap kali jam istirahat bordering, beberapa menit kemudian, datanglah cewek itu untuk menemui dan menemani Damar menikmati jam istirahatnya, mereka begitu akrab sekali, kelihatannya kedekatan mereka sudah lama, mungkin itu “pacarnya” Damar, aku berfikir sejenak dalam hati, melihat Damar bisa tersenyum dan bergurau dengan cewek itu, rasanya Damar tidak mungkin menyimpan atau bisa jadi sampai menaruh hati apapun kepadaku, mungkin hanya sekedar obsesi belaka.
*****         
 “Lagi, lagi, dan lagi, huuft…” aku bingung, sampai bertanya dalam hati, siapa yang setiap selalu memberi coklat kedalam tasku, coklat itu selalu ada saat aku tengah sampai dirumah.          
“Siapa yang nagsih dek, sejak kapan ngasihnya yah?” kakaku pun juga ikut terheran, melihat keganjilan ini, aku hanya bisa menggelang tak tahu.Pasalnya dalam sebulan ini, ada 26 hari pertemuan di sekolah, dan 26 kali pula ada coklat di tasku.
“Wew, ga pernah absen” komentar jesi, kakakku         
 “Ahh gak tau, gue juga jadi bingung kak, kerajinan amat sih orang ini” tambahku          
“yang di kulkas aja belum abis semua dek, wah terlalu yg ngefans sama lo dek,apa sih yg diliat dari lo dek, sampe segitunya, ckckckckck…” ledek jesi          
“Yey.. anugrah namanya, lah dari pada lo, tikus dapur yang ngefans sama lo, hahaha…”timpalku seraya cepat kabur dari kamar sebelum jesica, melempar bantalnya kearah kuSebetulnya sangat bingung, apa maksud tujuan sang secret admire selalu mengirimkan berbatang-batang coklat, yang akhirnya belum tentu coklat itu habis termakanAku sudah mencoba untuk mendikteksi siapa orang yang slama ini telah mengirimkan coklat-coklat itu, mulai sudah dari aku jebak ia, aku pantau seharian, aku tajamkan indra penglihatan, pendengaran, dan penciumanku, tapi tetap saja, ternyata orang tersebut jauh lebih lihai, dan sangat tahu seluk-belukku, tau-tau saja sesampainya aku di rumah, ada lagi coklat itu bertengger di dalam tasku.Sampai akhirnya, ya sudahlah aku pasrah saja, toh tak ada ruginya ini untukku dikirimi coklat-coklat, justru yang harusnya rugi adalah orang tersebut, maunya mengirimkan setiap harinya coklat untukku.
*****
Hari demi hari terus berganti, bulanpun kian bergulir, entah telah berapa batang coklat tersimpan,bahkan sampai aku berikan kepada adik-adik sepupuku, saking aku tak tahu harus di mana lagi aku menampung coklat-coklat tersebut.Lagi-lagi aku sesekali menengok kearah belakang untuk melihat keadaaan lelaki idaman penyemangat belajarku itu, ternyata aku  menyadari bahwa Damar tidak masuk sekolah lagi, akupun melongok kearah meja  guru, kulihat tak ada sama sekali surat di atas meja guru, apa mungkin tidak ada keterangan mengapa Damar tidak masuk hari ini.Baru akau sadari sehari saja tak ada Damar ternyata begitu sepi, padahal Damar adapun tidak mengubah keadaan, maklumlah Damarkan tidak terlalu banyak berkomentar di kelas, tapi mungkin karena Damar itu suatu semangat bagiku, jadi terlihat lebih cerah di kelas, ah… ada-ada saja aku ini.Ternyata sekarang aku baru menyadari lagi, bahwa aku memang benar-benar kehilangan Damar, pasalnya ternyata saat aku telah menghitungnya, Damar sudah tidak masuk 5 hari ke sekolah, dimana dia, dan aku mulai kehilangan sang pengirim coklat-coklat itu, apa hilangnya Damar ada kaitannya dengan  coklat.Suatu ketika aku melihat seorang gadis muda tengah berjalan ke arahku, ya Cyntia ernyata sedang mencoba menghampiriku, tapi, ada apa? Aku merasa tidak mempunyai masalah apapun dengannya.
"Hai.. firish yah..” sapanya lembut          
“Emph.. ha, iya firish, ada apa yah?” aku mulai linglung          
“Slow aja lagi, santai gak ada apa-apa kok, gue pengen ngobrol aja sama lo, pasti lo pengen taukan kenapa Damar gak masuk beberapa hari ini..”          
“iyah, kok lo tau? Bisa kasih tau gue kenapa Damar gak masuk beberapa hari ini” aku mulai penasaranTernyata jauh dari dugaanku slama ini, Cyntia, tak lain dan tak hayal hanya sepupu dari Damar, hampir setiap hari Cyntia disini setiap istirahat, karena permintaan Damar yang ingin ditemanai, semata-mata agar aku tidak curiga bahwa Damar juga sedang mengawasiku, dan memang benar dugaanku slama ini, bahwa hubungan antara coklat dan Damar itu adalah terkait, karena Cyntia mengakui, bahwa salama ini Damarlah yang telah mengirimkan coklat-coklat tersebut, dengan di bantu bantuan Cyntia, aku tidak menyangka hal ini terjadi, aku fikir tidak mungkin Damar bisa menyukaiku.          
“ah bicanda lo Cyn, tapi sumpah deh,gue kira lo itu pacarnya Damar” sambarku di tengah obrolan          
“Ahh, ngaco lo, mana mungkin sepupu kandung makan sepupu, haram dong, tapi bener deh, slama ini Damar tuh emang suka sama lo, Cuma aja dia malu ngomongnya sama lo, sampe akhirnya detik-detik dia pengen pindah ke Bandungpun, Damar belum sempat ngomongnya ke lo, and  kedatangan gue kesini juga, ini mau kasih ke lo jatah coklat perpisahan dari Damar, dia minta maaf lewat coklat terakhir ini, lo sabar yah klo dammar jodoh lo, nanti juga balik sendiri”          
“I, iya.. duh gue bingung juga nih harus bagaimana, tapi makasih ya Cyn skali lagi”          
“Ya udah kalo gitu, gue cabut ke  kelas dulu yah” ujar Cyntia seraya berjalan keluar dari kelasku
*****
Dan saat itu aku Cuma bisa melongo, tak percaya, tapi aku yakin, bahwa hal itu memang benar pernah terjadi.          
“Heii, bengong aja, istirahatnya udah selasai mbak, gurunya udah dating tuh”          
“Vika, ngagetin aja, iya-iya, abis  asik sih ngayal tentang masa lalu, andai Damar masih ada, pasti skrng gue dah jadian sama dia kali, hi..hi..hi..”          
“Lah.. ngayal mulu kerjaannya dah ambil buku lo, kita mulai belajar, oya gue baru inget tadi pas gue mau balik ke kelas dari kantin gue di kasih surat ini, katanya sih buat lo” ucap Vika sambil menyodorkan sepucuk surat          
“Buat gue, tapi dari siapa?”         
“Gue sih ga tau pasti isi surat itu dari siapa, tapi yang jelas tadi gue di kasi sama Cyntia anak  kelas 3, yang lo bilang sepupunya Damar itu”Tanpa basa-basi,  akupun langsung menyambar surat yang masih berada pada Vika, lantas ku buka saja dengan cepat surat tersebut, dan betapa tercengang dan gembiranya aku menbaca surat ini.
Dear Firish…
Ini gue Damar, maaf udah lama banget gue ga ngasih kabar buat lo, emph… Gue bukan orang yang ahli dalam buat surat, jadi to the point aja, hari ini gue udah ada di tangerang lagi, mungkin gue akan sekolah disini lagi, tapi mungkin kita ga bisa satu sekolah, tapi setidaknya gue bisa deket lagi dengan lo, oh ya pulang sekolah nanti gue bakal jemput lo, ini gue lakuin untuk menebus hari-hari lo yang hilang tanpa coklat yang biasanya gue kasih, makanya gue akan tebus dengan kita jalan bareng seharian..See u..
Miss u so much..
Damar..
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Affiliate Network Reviews