Welcome To Awas Ada Boy Jangan Lupa Difollow Ya Silahkan Menikmati Artikel Dari Blog Kami Yang Ada Disini

Kamis, 04 Agustus 2011

Padusan di Sumber Mata Air Alami Pengging, Boyolali




Umbul Pengging
“Absolve me, teach me, purify me, strengthen me: take me to Thyself, that I may be Thine and Thine only.” – Joseph Barber Lightfoot
Ada beberapa ritual masyarakat Indonesia yang dilakukan menjelang bulan suci Ramadan. Ritual-ritual ini memang tidak tertulis secara gamblang dalam kitab suci, namun kalau kita hayati sebenarnya memiliki makna yang sangat arif dan mendalam. Contoh ritual tersebut yang sampai sekarang masih dilakukan di Jawa sebelum puasa adalah “nyadran” dan “padusan”.
“Nyadran” adalah ziarah ke makam leluhur dan makam keluarga. Tradisi ini dilakukan dengan mendoakan arwah para leluhur beserta keluarga yang telah meninggal dan membersihkan lokasi makam secara masal sebagai penghormatan kepada leluhur dan keluarga yang telah meninggal tersebut. Kali ini kita tidak membicarakan tentang nyadran karena kata-kata “makam”, “arwah”, “orang meninggal” mungkin menimbulkan kesan horor dan bagi beberapa orang yang tidak menyukai dunia horor pasti bilang “udah nggak usah dibahas”. Hehehe…
Sedangkan “Padusan” yang berasal dari bahasa Jawa “adus” (mandi) adalah pensucian diri sebelum menyambut bulan ramadan dengan mandi, membasuh badan, atau berenang di suatu tempat yang biasanya merupakan tempat pemandian umum, seperti di sumber mata air, sendang, sungai, kolam renang, dan lain sebagainya. Ritual ini dimaksudkan agar raga dan pikiran bersih sebelum siap melakukan puasa keesokan harinya sampai satu bulan ke depan. Salah satu lokasi Padusan yang saya kunjungi kali ini adalah sumber mata air alami di Pengging, Boyolali, Jawa Tengah.
Umbul Pengging
Padusan di Umbul Pengging
Pengging ini dulu sebenarnya adalah suatu wilayah yang luas yang mencakup Solo, Jogja, Boyolali, Klaten, dan Salatiga. Tapi sekarang kalo bicara tentang Pengging, lokasi yang dimaksud menyempit hanya di sekitar Desa Dukuh, Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali.
Pengging Maps
A (Hijau). Kota Solo, B. Kabupaten Boyolali, C. Kecamatan Banyudono, A (merah). Lokasi Umbul Pengging
Di Pengging terdapat lokasi wisata yang disebut “umbul”. Seperti namanya, umbul ini berarti sesuatu yang “mumbul” atau sesuatu muncul naik ke atas yang tak lain adalah untuk menyebut mata air yang menyemburkan air keluar dari dalam tanah. Pernah minum air mineral semacam Aq*ua donk… Nah, bisa dibayangkan air mineral yang biasa Anda minum itu kini Anda gunakan untuk berenang… hehehe…
Umbul Pengging
Air "Aqua" alami menyembul dari dalam tanah
Banyak memang mata air di Pengging ini, misalnya Umbul Sungsang, Umbul Ngabean, Umbul Temanten, Umbul Plempeng dan umbul-umbul lainnya. Umbul-umbul ini dulunya merupakan tempat pemandian para raja, tapi kini semua masyarakat bisa menggunakannya. Untuk memasuki umbul ini cukup bayar tiket masuk Rp1.500 saja.
Berendam di mata air alami
Cheerleaders Bugil hehehe...
Di hari biasa, umbul ini digunakan oleh orang-orang “sakti” untuk “kungkum” atau berendam karena dipercaya mendatangkan kekuatan gaib. Percaya atau tidak, saya kembalikan ke keyakinan masing-masing. Yang jelas, berendam dan berenang di sumber mata airnya langsung benar-benar suegggerrrr cyiiiin….

sumber: puppytraveler.com
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Affiliate Network Reviews